Komparasi Indikator Rumah Layak Huni dan Permukiman Kumuh Indonesia

Studi Kasus Kota Bandar Lampung

  • Tetty Harahap Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota Institut Teknologi Sumatera

Abstract

Perkembangan Kota yang tidak diantisipasi adalah awal dari munculnya permasalahan perumahan dan permukiman. Di Indonesia permasalahan permukiman dikelompokkan menjadi empat macam, yaitu permasalahan backlog perumahan, rumah tidak layak huni, permukiman kumuh dan rumah liar. Bila diobservasi, penampakan fisik permukiman kumuh dan rumah tidak layak huni tidak jauh berbeda. Tujuan dari penelitian ini adalah mengidentifikasi kesesuaian indikator untuk permukiman kumuh dan rumah layak huni. Unit amatan dan analisis dalam penelitian ini adalah pemenuhan indikator rumah layak huni di permukiman kumuh Kota Bandar Lampung dan perbandingan indikator permukiman kumuh dan rumah layak huni Indonesia dengan beberapa negara lain (Malaysia, Korea, Australia, Kanada, dan Inggris). Metode yang digunakan adalah metode deduktif kuantitatif dan teknik analisis uji fisher exact dan komparasi indikator. Hasil dari penelitian ini adalah (1) tidak signifikannya hubungan pemenuhan indikator rumah layak huni dan kekumuhan dan (2) Indikator Rumah Layak Huni beberapa negara lain (Malaysia, Korea, Australia, Kanada, dan Inggris). Indikator tersebut merupakan gabungan dari Indikator permukiman kumuh dan rumah layak huni milik Indonesia. Dengan adanya penelitian ini, diharapkan Indikator penentuan permukiman kumuh dan rumah layak huni dapat diintegrasikan sehingga dapat mengefektifkan dan mengefisienkan penanganan permasalahan permukiman di Indonesia.

Downloads

Download data is not yet available.

References

[1] Ikatan Ahli Perencana (IAP) Indonesia. Indonesia Most Livable City Index 2017. Jakarta
[2] Puteri, Anita Diyanti dan Hari Basuki Notobroto. “Indikator Karakteristik Fisik Rumah Dominan dalam Penentuan Status Kemiskinan untuk Program Rehab Rumah tidak Layak Huni di Kabupaten Sidoarjo”. Jurnal Biometrika dan Kependudukan, Vol. 5, No.2, Desember 2016
[3] Peraturan Pemerintah Repiblik Indonesia Nomor 14 Tahun 2016 tentang Penyelenggaraan Perumahan dan Kawasan Permukiman
[4] Undang Undang Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 2011 tentang Perumahan dan Kawasan Permukiman
[5] Keputusan Menteri Permukiman dan Prasarana Wilayah No 403 tahun 2002 tentang tentang Pedoman Teknis Pembangunan Rumah Sederhana Sehat
[6] Ridhoni, Miftahul,dkk. “Penentuan Area-Area Layak Huni di Kota Banjarmasin Berdasarkan Indikator-Indikator Spasial”. The Indonesian Green Technology Journal, 2019
[7] Keputusan Walikota Bandar Lampung Nomor 406/III.24/HK/2016 tentang Penetapan Lokasi Perumahan dan Permukiman Kumuh di Kota Bandar Lampung
[8] Bringolf, Jane, “The Landcom Universal Housing Design Guidelines : Best Practice or wishful thinking?," The Journal of The Centre Accessible Environments, Issue 129, pp. 16-18, Autumn 2011.
[9] Landcom, Universal Housing Design Guidelines. Australia : Landcom :2008
[10] Shin Ae, Jeon and Jaewon Lee. “ Households Under Minimum Housing Standard”. Dipresentasikan pada 23rd Population Census Conference, Korea, 2007
[11] Minimum Housing and Health Standards. 2013. Canada : Government of Alberta
[12] Law of Malaysia : Workers Minimum Standards of Housing and Amenities Act 1990. 2006. Malaysia : The Commissioner og Law Revision
[13] Housing Standards Review. 2013. United Kingdom : Department for Communities and Local Government.
[14] Heller, Patrick, “Making Slums Livable”, Sociological Insight fro Development Policy Vol. 1 no. 5 pp 1-2, 2016
[15] Undang Undang Republik Indonesia Nomor 11 tahun 2020 tentang Cipta Kerja
[16] Bappenas et al. 2013. Proyeksi Penduduk Indonesia 2010-2035. Jakarta : BPS
[17] Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat. 2017. Panduan Praktis Implementasi Agenda Baru Perkotaan untuk Kota Berkelanjutan di Indonesia
[18] Kota Bandar Lampung dalam Angka 2012. Bandar Lampung : Badan Pusat Statistik
[19] Kota Bandar Lampung dalam Angka 2015. Bandar Lampung : Badan Pusat Statistik
[20] Kota Bandar Lampung dalam Angka 2020. Bandar Lampung : Badan Pusat Statistik
[21] Peraturan Menteri Negara Perumahan Rakyat Republik Indonesia No. 22/Permen/M/2008 tentang Standar Pelayanan Minimal Bidang Perumahan Rakyat Daerah Provinsi dan Daerah Kabupaten/Kota
Published
2021-03-11
How to Cite
HARAHAP, Tetty. Komparasi Indikator Rumah Layak Huni dan Permukiman Kumuh Indonesia. Journal of Science and Applicative Technology, [S.l.], v. 5, n. 1, p. 163-170, mar. 2021. ISSN 2581-0545. Available at: <https://journal.itera.ac.id/index.php/jsat/article/view/426>. Date accessed: 14 apr. 2021. doi: https://doi.org/10.35472/jsat.v5i1.426.