Analisis Kerapatan Kelurusan (Lineament Density) di Lapangan Panasbumi Suoh-Sekincau, Lampung

  • Mochamad Iqbal Teknik Geologi, Institut Teknologi Sumatera, Lampung Selatan, Indonesia
  • Bella Restu Juliarka Teknik Geologi, Institut Teknologi Sumatera, Lampung Selatan, Indonesia

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melakukan analisis kerapatan kelurusan di daerah penelitian yaitu di lapangan panasbumi Suoh-Sekincau yang terletak pada Kabupaten Lampung Barat Provinsi Lampung. Kerapatan kelurusan diproses dengan menggunakan citra satelit berupa digital elevation map (DEM) yang diunduh pada laman Badan Informasi Geospasial  (BIG). Citra tersebut diolah dengan menggunakan perangkat lunak Geomatica dan Arcgis dan menghasilkan peta kerapatan kelurusan dengan berbagai kelompok nilai dari tinggi hingga rendah. Geologi daerah penelitian didominasi oleh batuan gunungapi (volkanik) dengan kelurusan dominan berarah baratlaut-tenggara dan merupakan bagian dari Sesar Besar Sumatera pada segmen Semangko. Morfologi daerah penelitian terdiri dari punggungan dan beberapa puncak gunung dengan adanya cekungan pull-apart pada Danau Suoh. Dari peta kerapatan kelurusan yang dihasilkan, pada sekitar Gunung Sekincau memiliki nilai yang tinggi dan diinterpretasikan bahwa daerah tersebut memiliki tingkat permeabilitas yang baik. Selain itu daerah di sekitar Danau Suoh juga memiliki nilai kerapatan yang tinggi. Daerah dengan densitas tinggi ini merupakan daerah yang baik sebagai daerah resapan panasbumi.


Keywords: penginderaan jauh, panasbumi, Suoh-Sekincau, kerapatan kelurusan, Lampung

Downloads

Download data is not yet available.

References

[1] R. P. Gupta, Remote Sensing Geology, 3 ed. Berlin Heidelberg: Springer-Verlag, 2018.
[2] D. T. Hodder, “Application of remote sensing to geothermal prospecting,” Geothermics, vol. 2, hlm. 368–380, Jan 1970.
[3] F. van der Meer, C. Hecker, F. van Ruitenbeek, H. van der Werff, C. de Wijkerslooth, dan C. Wechsler, “Geologic remote sensing for geothermal exploration: A review,” Int. J. Appl. Earth Obs. Geoinformation, vol. 33, hlm. 255–269, Des 2014.
[4] E. Z. Gaffar, “Remote sensing application on geothermal exploration,” AIP Conf. Proc., vol. 1554, no. 1, hlm. 261–264, Sep 2013.
[5] I. A. Nugroho, B. Kurniawahidayati, R. S. Mulyana, dan A. Saepuloh, “Preliminary determination of geothermal working area based on Thermal Infrared and Synthetic Aperture Radar (SAR) remote sensing,” IOP Conf. Ser. Earth Environ. Sci., vol. 103, hlm. 012017, Des 2017.
[6] L. M. Ramírez-González dkk., “Remote sensing of surface Hydrothermal Alteration, identification of Minerals and Thermal anomalies at Sveifluháls-Krýsuvík high-temperature Geothermal field, SW Iceland,” IOP Conf. Ser. Earth Environ. Sci., vol. 254, hlm. 012005, Apr 2019.
[7] K. E. Salamba, A. N. H. Hede, dan M. N. Heriawan, “Identification of alteration zones using a Landsat 8 image of densely vegetated areas of the Wayang Windu Geothermal field, West Java, Indonesia,” IOP Conf. Ser. Earth Environ. Sci., vol. 254, hlm. 012004, Apr 2019.
[8] F. Pirajno, Hydrothermal Processes and Mineral Systems. Springer Science & Business Media, 2008.
[9] T. C. Amin, S. Sidarto, dan W. Gunawan, “Peta Geologi Lembar Kotaagung, Sumatera skala 1:250.000,” Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi, Bandung, 1993.
[10] A. J. Barber, M. J. Crow, dan J. S. Milsom, Sumatra : geology, resources and tectonic evolution, vol. 31. London, UK: Geological Society of London, 2005.
[11] H. Fossen, Structural Geology. Cambridge University Press, 2010.
[12] “DEMNAS.” [Daring]. Tersedia pada: http://tides.big.go.id/DEMNAS/. [Diakses: 06-Jul-2019].
Published
2019-12-31
How to Cite
IQBAL, Mochamad; JULIARKA, Bella Restu. Analisis Kerapatan Kelurusan (Lineament Density) di Lapangan Panasbumi Suoh-Sekincau, Lampung. Journal of Science and Applicative Technology, [S.l.], v. 3, n. 2, p. 61-67, dec. 2019. ISSN 2581-0545. Available at: <https://journal.itera.ac.id/index.php/jsat/article/view/212>. Date accessed: 02 june 2020. doi: https://doi.org/10.35472/jsat.v3i2.212.