ANALISIS PEMANGKU KEPENTINGAN (STAKEHOLDERS) DALAM PELAKSANAAN PROGRAM BUMDES DI DESA CERINGIN ASRI: IMPLIKASI UNTUK PERENCANAAN WILAYAH PEDESAAN

  • Hediyati Anisia Br Sinamo Perencanaan Wilayah dan Kota, Institut Teknologi Sumatera
Keywords: stakeholder analysis, BUMDes, rural planning, ,community empowerment, stakeholder mapping

Abstract

Village-owned enterprises (BUMDes) represent a strategic instrument for rural economic empowerment in Indonesia. This study analyzes the stakeholder dynamics in the implementation of BUMDes Tunas Jaya Asri programs in Desa Ceringin Asri, Kecamatan Way Ratai, Kabupaten Pesawaran, Lampung Province, and examines its implications for rural spatial planning. Using a mixed-method approach combining qualitative interviews and quantitative stakeholder scoring, this research identifies stakeholder typologies, communication relationships, and stakeholder mapping using a power-versus-interest grid. Results indicate that key players consist of the Village Head, BUMDes Director, and the Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD), who hold the highest influence and interest levels. The supervisor is classified as a subject, while unit heads and community members occupy the context setter position. Despite BUMDes programs contributing to income diversification and community welfare through units such as Tahara savings, PAM Desa, livestock, trade, and agriculture, communication gaps among governance actors have limited equitable benefit distribution. The study concludes that strengthening multi-stakeholder coordination and participatory planning processes is essential for advancing rural development planning

Downloads

Download data is not yet available.

References

[1] Adolph, R. (2016). Stakeholders dalam program pemberdayaan masyarakat. Jurnal Pemberdayaan Masyarakat, 1-23.
[2] Bokau, I. N. (2013). Peranan komunikasi pemerintahan dalam meningkatkan pembangunan di Desa Boyong Atas. Jurnal Acta Diurna, 2(3), 12.
[3] Diah, A. A., & Syawie, M. (2015). Pembangunan kemandirian desa melalui konsep pemberdayaan: Suatu kajian dalam perspektif sosiologi. Sosio Informa, 1(2), 175-188.
[4] Freeman, R. E. (1984). Strategic management: A stakeholder approach. Boston: Pitman.
[5] Handayani, F., & Warsono, H. (2015). Analisis peran stakeholders dalam pengembangan objek wisata Pany. Ilmu Administrasi Publik, 6(3), 1-13.
[6] Kaligis, D. R., & Syafri, W. (2020). Analisis pemberdayaan masyarakat melalui Program Gerakan Desa Ikut Sejahtera (GaDIS) di Kabupaten Pesawaran. Jurnal Ilmiah Administrasi, XII, 34-47.
[7] Kemendes RI. (2015). Peraturan Menteri Desa PDTT RI No.15 Tahun 2015 tentang Renstra Kementerian Desa PDTT Tahun 2015-2019. Jakarta: Kemendes RI.
[8] Kementerian Desa PDTT. (2024). Keputusan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Nomor 55 Tahun 2024 tentang Panduan Umum Pengembangan Desa Cerdas. Jakarta: Kemendes.
[9] Kerap, C., Manossoh, H., & Kapojos, P. (2021). Pengaruh implementasi BUMDes terhadap pengembangan ekonomi desa dan kesejahteraan masyarakat di Desa Tulap. Jurnal LPPM Bidang EkoSosBudKum, 5(1), 28-40.
[10] Koso, J., & Mambo, M. O. R. (2018). Manajemen pengelolaan Badan Usaha Milik Desa. Jurnal Administrasi Publik, 4(51), 12.
[11] Lis Maesaroh, Ully Arta Miladia, & Millah Fithriyani. (2025). Triangulasi data dalam penelitian kualitatif. Jurnal Metodologi Penelitian.
[12] Martias, L. D. (2021). Statistika deskriptif sebagai kumpulan informasi. Fihris: Jurnal Ilmu Perpustakaan dan Informasi, 16(1), 40.
[13] Nurdin, I., Sugiman, & Sunarmi. (2018). Penerapan kombinasi metode Ridge Regression dan Generalized Least Square. Jurnal MIPA, 41(1), 58-68.
[14] Oktavia, S., & Saharuddin. (2013). The relationship between role of the stakeholders and community participation in agropolitan program in Karacak Village. Sodality: Jurnal Sosiologi Pedesaan, 1(3), 231-246.
[15] Oktavia, S., & Saharuddin. (2021). Hubungan peran stakeholders dengan partisipasi masyarakat dalam program agropolitan Desa Karacak Kecamatan Leuwiliang Kabupaten Bogor. Pharmacognosy Magazine, 75(17), 399-405.
[16] Pipit Muliyah, Dyah Aminatun, Sukma Septian Nasution, Tommy Hastomo, & Setiana Sri Wahyuni Sitepu. (2020). Stakeholders dalam program pemberdayaan. Journal GEEJ, 7(2), 21-58.
[17] Reed, M. S., Graves, A., Dandy, N., Posthumus, H., Hubacek, K., Morris, J., ... & Stringer, L. C. (2009). Who's in and why? A typology of stakeholder analysis methods for natural resource management. Journal of Environmental Management, 90(5), 1933-1949.
[18] Rizky Haulussy. (2022). Dasar identifikasi stakeholders dalam program pemberdayaan. Jurnal Pembangunan Wilayah, 8(1), 15-28.
[19] Setiawan, B., & Nurcahyanto, H. (2020). Analisis peran stakeholders dalam implementasi kebijakan penanggulangan angka kematian ibu. Journal of Public Policy and Management Review, 9(2), 127-144.
[20] Subandi. (2011). Deskripsi kualitatif sebagai salah satu metode dalam penelitian pertunjukan. Harmonia, 19, 173-179.
[21] Tamrin, M. H., & Rifti, L. (2023). Analisis stakeholder dalam pengelolaan BUMDes "Sumber Rejeki" Desa Jiwan Kecamatan Jiwan Kabupaten Madiun. Jurnal Ilmiah Wahana Bhakti Praja, 13(2), 167-177.
[22] Wahyudi, D., Hakim, N., & Rofii, A. (2020). Pemberdayaan masyarakat di Desa Ceringin Asri dalam mengembangkan potensi desa. DEDIKASI: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 2(1), 20.
[23] Widanan, I. W., & Gunawarman, A. A. G. R. (2021). Identifikasi stakeholder dan implikasinya terhadap kesuksesan sebuah proyek studi kasus: Proyek The Baladewa Villas-Bali. Jurnal Arsitektur ZONASI, 4(2), 257-266.
Published
2026-08-17