Kajian Pemilihan Struktur Fondasi Bangunan Empat Lantai

(Studi Kasus Desain Gedung GLT 1 dan GLT 3 Institut Teknologi Sumatera)

  • Rahmat Kurniawan Institut Teknologi Sumatera
  • Syahidus Syuhada Institut Teknologi Sumatera
  • Nugraha Bintang Wirawan Institut Teknologi Sumatera

Abstract

Fondasi adalah suatu konstruksi pada bagian dasar struktur bangunan yang berfungsi untuk meneruskan beban yang disebabkan struktur bangunan bagian atas. Dalam perencanaan suatu bangunan, diperlukan pemilihan fondasi yang efisien dalam hal biaya maupun waktu pengerjaan dan tidak melupakan kriteria desain yang ada. Penelitian  ini  dilakukan  untuk menganalisis  jenis fondasi yang efisien dan efektif digunakan pada  Gedung Laboratorium Teknik 1 (GLT 1)  dan Gedung Laboratorium Teknik 3 (GLT 3) Institut Teknologi Sumatera dengan membandingkan biaya dan waktu pekerjaan fondasi rakit pelat rata dan fondasi tiang bor. GLT 1 dan GLT 3 mempunyai kesamaan dalam jumlah lantai yaitu 4 lantai termasuk atap, namun berbeda dari jarak antar kolom. GLT 1 memiliki geometri gedung dengan panjang 56 m, lebar 24 m dan jarak antar kolom 8 m. Sedangkan GLT 3 memiliki geometri gedung dengan panjang 72 m, lebar 27 m dan jarak antar kolom 6 m. Berdasarkan analisis yang telah dilakukan,  pekerjaan fondasi pada GLT 1 menyimpulkan bahwa dari aspek biaya pekerjaan fondasi tiang bor lebih hemat dibandingkan fondasi rakit. Sebaliknya, pekerjaan fondasi tiang bor pada GLT 3 lebih mahal sedikit dibandingkan pekerjaan fondasi rakit. Dari aspek waktu, pekerjaan fondasi rakit membutuhkan waktu lebih lama dari pekerjaan fondasi tiang bor.

References

[1] H. C. Hardiyatmo. “Analisis dan Perancangan Fondasi I”. Gadjah Mada University Press, 2010.
[2] S. Sosrodarsono, K. Nakazawa, I. Taulu. “Mekanika Tanah dan Teknik Pondasi”. Pradnya Paramita, 1980.
[3] Hartono. “Perencanaan Pondasi Rakit Dan Pondasi Tiang Dengan Memperhatikan Diffrential Settlement Studi Kasus Gedung Fasilitas Umum Pendidikan Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya (UNTAG)”. Undergraduate thesis, Institut Teknologi Sepuluh Nopember, 2017.
[4] Persyaratan Perancangan Geoteknik, SNI 8460:2017, 2017.
[5] Beban Desain Minimum Dan Kriteria Terkait Untuk Bangunan Gedung Dan Struktur Lain. SNI 1727:2018, 2018.
[6] R. Kurniawan, A. Sitepu, and S. Syuhada, “Studi Numerik Pengaruh Jarak Dan Konfigurasi Kelompok Tiang Terhadap Daya Dukung Aksial Tekan Fondasi Dalam”, FROPIL, vol. 8, no. 1, pp. 25-35, Jun. 2020.
[7] Klemencic, R., Mcfarlane, I. S., Hawkins, N. M., & Nikolaou, S. (2012). Seismic Design of Reinforced Concrete Mat Foundations A Guide for Practicing Engineers, NEHRP Seis(7).
[8] B. M. Das, “Principles of Foundation Engineering”. Cengage Learning, 2016.
[9] G. Rustira and E. Walujodjati, “ANALISIS PERBANDINGAN BIAYA PADA PONDASI TELAPAK, BOR PILE DAN TIANG PANCANG DENGAN DAYA DUKUNG YANG SAMA”, Jurnal Konstruksi, vol. 13, no. 1, Apr. 2016.
[10] Persyaratan beton struktural untuk bangunan gedung, SNI 2847:2013, 2013.
Published
2021-12-31
How to Cite
KURNIAWAN, Rahmat; SYUHADA, Syahidus; WIRAWAN, Nugraha Bintang. Kajian Pemilihan Struktur Fondasi Bangunan Empat Lantai. Journal of Infrastructure Planning and Design, [S.l.], v. 1, n. 2, p. 24-31, dec. 2021. Available at: <https://journal.itera.ac.id/index.php/jipad/article/view/853>. Date accessed: 16 may 2022.

Most read articles by the same author(s)

Obs.: This plugin requires at least one statistics/report plugin to be enabled. If your statistics plugins provide more than one metric then please also select a main metric on the admin's site settings page and/or on the journal manager's settings pages.