PENYUSUNAN BASIS DATA LAHAN GARAPAN MENGGUNAKAN METODE TERESTRIS UNTUK PENGEMBANGAN DESA AGROFORESTRI BERBASIS INFORMASI GEOSPASIAL

(Studi Kasus: Desa Girimulyo, Marga Sekampung, Lampung Timur)

  • Een Lujainatul Isnaini Institut Teknologi Sumatera

Abstract

Tantangan dalam mempertahankan keasrian vegetasi alami di hutan lindung sangat besar. Adanya perubahan penggunaan lahan di hutan lindung menyebabkan degradasi pada 15 DAS kritis prioritas nasional. Kawasan Hutan Lindung Gunung Balak (Register 38) merupakan salah satu dalam DAS kritis prioritas nasional dan menjadi lokasi Desa Girimulyo. Dalam upaya RHL di Desa Girimulyo, masyarakat bersama Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan membuat pola baru dengan mengangkat bibit unggulan lokal yaitu Alpukat Siger. Perlu adanya basis data lahan garapan yang baik untuk digunakan sebagai lokasi penghijauan. Penyusunan basis data lahan garapan menggunakan metode survei terestris yang dapat memberikan hasil akurat dalam suatu penentuan batas bidang lahan garapan. Sejumlah 190 lahan garapan telah disurvei dan dihimpun dalam basis data Lahan Garapan RHL. Basis data ini menjadi bagian dari basis data spasial lengkap yang diharapkan mampu menjadi landasan dalam kegiatan perencanaan pembangunan desa agar lebih efektif dan efisien.

References

1] UNDANG UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 41 TAHUN 1999 TENTANG KEHUTANAN. Republik Indonesia, 1999.
[2] F. B. Galle, B. Nugroho, and H. Kartodiharjo, “Proses Perubahan Fungsi Kawasan Hutan Lindung (Studi Kasus di Kabupaten Toraja Utara),” Thesis, IPB University, Bogor, 2017. Accessed: Nov. 23, 2022. [Online]. Available: http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/87762
[3] Sylviani, “Kajian Dampak Perubahan Fungsi Kawasan Hutan terhadap Masyarakat Sekitar,” Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan, vol. 5, no. 3, pp. 155–178, Sep. 2008, doi: DOI: 10.20886/jpsek.2008.5.3.%p.
[4] “DAS Kritis: Tantangan Sains Pengelolaan DAS di Indonesia,” Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Sep. 10, 2018. https://www.menlhk.go.id/site/single_post/1618 (accessed Nov. 23, 2022).
[5] “KLHK Siapkan Masterplan Selesaikan Rehabilitasi Lahan Kritis Pada 2030,” Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Nov. 12, 2018. http://ppid.menlhk.go.id/siaran_pers/browse/1627 (accessed Feb. 10, 2022).
[6] Direktorat Inventarisasi dan Pemantauan Sumber Daya Hutan, Basis Data Geospasial Lingkungan Hidup dan Kehutanan Tahun 2019, 1st ed. Jakarta, 2019.
[7] “Lokasi Desa Girimulyo,” Feb. 22, 2022. https://earth.google.com/web/ (accessed Nov. 23, 2022).
[8] N. P. Winasis, W. Wardhana, and Soraya Emma, “Pemodelan Basis Data Perencanaan Rehabilitasi Hutan Dan Lahan Di Hutan Rakyat (Studi Kasus di Desa Putat, Kecamatan Patuk, Kabupaten Gunung Kidul),” Skripsi, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, 2010. [Online]. Available: http://etd.repository.ugm.ac.id/
[9] T. P. Soedarmodjo, A. M. P. Perdana, and M. U. Nuha, “Pembuatan Peta Desa Karang Anyar Untuk Pembangunan Desa Yang Berkelanjutan,” TeknoKreatif: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat, vol. 2, no. 1, pp. 87–93, Jul. 2022, doi: https://doi.org/10.35472/teknokreatif.v2i1.742.
[10] M. A. Basyid and D. Suradianto, “Pembangunan Basis Data Guna Lahan Kabupaten Bengkalis,” Jurnal Rekayasa Institut Teknologi Nasional, vol. XV, no. 1, pp. 39–47, 2011.
[11] H. Z. Abidin, Penentuan Posisi dengan GPS dan Aplikasinya, 2nd ed. Jakarta: Pradnya Paramita, 2000.
Published
2024-05-02
How to Cite
ISNAINI, Een Lujainatul. PENYUSUNAN BASIS DATA LAHAN GARAPAN MENGGUNAKAN METODE TERESTRIS UNTUK PENGEMBANGAN DESA AGROFORESTRI BERBASIS INFORMASI GEOSPASIAL. TeknoKreatif: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat, [S.l.], v. 4, n. 1, p. 75-83, may 2024. ISSN 2807-1751. Available at: <https://journal.itera.ac.id/index.php/teknokreatif/article/view/1146>. Date accessed: 20 june 2024. doi: https://doi.org/10.35472/teknokreatif.v4i1.1146.