Analisis Rhodamin B Pada Kue Dan Boraks Pada Bakso Di Pasar Tradisional Bandar Lampung
Abstract
Kualitas dan keamanan pangan merupakan aspek penting dalam perlindungan kesehatan masyarakat, terutama pada produk pangan tradisional yang banyak beredar di pasar tanpa pengawasan ketat. Penyalahgunaan bahan tambahan pangan berbahaya seperti rhodamin B dan boraks masih menjadi permasalahan yang berpotensi menimbulkan dampak kesehatan serius bagi konsumen. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi keberadaan rhodamin B pada kue berwarna merah serta boraks pada bakso yang beredar di pasar tradisional Kota Bandar Lampung. Penelitian dilakukan secara eksperimental laboratorik dengan pendekatan deskriptif kualitatif melalui metode kromatografi lapis tipis (KLT) untuk identifikasi rhodamin B dan uji kualitatif dengan reagen barium klorida (BaClâ‚‚) untuk mendeteksi boraks. Sampel kue diambil secara purposive sampling, sedangkan sampel bakso diambil secara random sampling dari beberapa pasar tradisional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semua sampel kue yang diuji tidak terdeteksi mengandung rhodamin B, meskipun terdapat indikasi keberadaan pewarna lain pada salah satu sampel. Pengujian boraks pada bakso menunjukkan bahwa dua dari enam sampel positif mengandung boraks, sedangkan sampel lainnya negatif. Berdasarkan hasil yang diperoleh dapat disimpulkan sebagian produk pangan tradisional di Kota Bandar Lampung masih berpotensi mengandung bahan tambahan pangan berbahaya, sehingga diperlukan pengawasan berkelanjutan dan peningkatan kesadaran pedagang serta konsumen terhadap keamanan pangan.
