Profil Pengetahuan Ibu Hamil Tentang Tablet Tambah Darah Dalam Pencegahan Anemia Di RSIA Puri Adhya Paramita Lampung Tengah
Abstract
Anemia pada populasi ibu hamil di Indonesia saat ini masih tetap menjadi isu kesehatan masyarakat dan berkontribusi terhadap meningkatnya risiko komplikasi selama kehamilan serta luaran maternal dan neonatal secara negatif. Pada tahun 2023, Kabupaten Lampung Tengah teridentifikasi sebagai wilayah dengan prevalensi anemia tertinggi di Provinsi Lampung. Hal ini mengindikasikan pentingnya upaya pencegahan melalui suplementasi tablet tambah darah (TTD). Studi ini bertujuan untuk menggambarkan tingkat pengetahuan ibu hamil berkenaan dengan penggunaan TTD dalam konteks pencegahan anemia. Penelitian ini merupakan studi observasional dengan desain cross-sectional, melibatkan 87 ibu hamil yang melakukan kunjungan antenatal care (ANC) di RSIA Puri Adhya Paramita Lampung Tengah selama kurun waktu April–Mei 2025. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner terstruktur untuk mengukur tingkat pengetahuan ibu hamil mengenai TTD dan anemia, selanjutnya data dianalisis secara univariat menggunakan paplikasi statistik SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 48,3% responden memiliki tingkat pengetahuan baik, sementara 51,7% memiliki tingkat pengetahuan cukup, tanpa adanya ressponden yang tergolong dalam kategori pengetahuan kurang. Kesimpulannya, tingkat pengetahuan ibu hamil di RSIA Puri Adhya Paramita Lampung Tengah tergolong cukup hingga baik. Namun proporsi pengetahuan kategori baik yang belum mencapai dominansi menunjukkan perlunya penguatan edukasi kesehatan yang lebih sistematis dan berkelanjutan untuk mengoptimalkan pencegahan anemia pada masa kehamilan.
Downloads
References
[2] M. H. N. Sari et al., "Penyakit dan kelainan dari kehamilan," Sumatera Barat: PT. Global Eksekutif Teknologi, 2022.
[3] WHO, "Anemia," ed: World Health Organization (WHO), 2024.
[4] (2018). Laporan Nasional Riset Kesehatan Dasar (RISKESDAS) 2018.
[5] Dinas Kesehatan Provinsi Lampung, "Profil Kesehatan Provinsi Lampung 2023," ed. Bandar Lampung, 2024.
[6] Dinas Kesehatan Provinsi Lampung Tengah, "Profil Kesehatan lampung Tengah 2022," ed. Lampung Tengah, 2023.
[7] W. Septiani, "Pelaksanaan Program Pemberian Tablet Zat Besi (Fe) pada Ibu Hamil di Wilayah Kerja Puskesmas Tambang Tahun 2016," JOMIS (Journal of Midwifery Science), vol. 1, no. 2, pp. 86-92, 2017.
[8] T. Simaremare, K. Manurung, and M. E. J. Sitorus, "Faktor yang Mempengaruhi Kepatuhan Ibu Hamil dalam Mengkonsumsi Tablet Fe dan Kaitannya dengan Kejadian Anemia pada Ibu Hamil," Jurnal Ilmiah Kesehatan Rustida, vol. 10, no. 2, pp. 96-104, 2023.
[9] D. Devi, A. M. Lumentut, and E. Suparman, "Gambaran pengetahuan dan sikap ibu hamil dalam pencegahan anemia pada kehamilan di Indonesia," e-CliniC, vol. 9, no. 1, 2021.
[10] K. Abdullah et al., "Metodologi penelitian kuantitatif," Yayasan Penerbit Muhammad Zaini, vol. 3, no. 2, 2022.
[11] S. Suryabrata, Metodologi Penelitian, 28 ed. Jakarta: Pustaka Pelajar, 2018.
[12] Z. Al-Sattam, S. Hassan, B. Majeed, and Z. Al-Attar, "Knowledge about anemia in pregnancy among females attending primary health care centers in Baghdad," Open Access Macedonian Journal of Medical Sciences, vol. 10, no. B, pp. 785-792, 2022.
[13] M. S. Dahlan, Statistik Untuk Kedokteran dan Kesehatan, Edisi 6. Jakarta: Epidemiologi Indonesia, 2019.
[14] BPS Lampung. Badan Pusat Statistik Provinsi Lampung [Online] Available: https://lampung.bps.go.id/indicator/12/46/1/penduduk-menurut-kelompok-umur.html
[15] Kemenkes RI, Pedoman Pelayanan Antenatal Terpadu, 2 ed. Jakarta: Direktorat Jenderal Bina Gizi dan Kesehatan Ibu dan Anak, 2015.
[16] F. Zuchro, C. Zaman, D. Suryanti, T. Sartika, and P. Astuti, "Analisis Antenatal Care (Anc) Pada Ibu Hamil," Jurnal'Aisyiyah Medika, vol. 7, no. 1, 2022.
[17] J. F. Wijaya, C. Tanamal, J. Arif, and F. Syahputri, "Tingkat pendidikan ibu hamil dan keteraturan pemeriksaan ANC," Jurnal Prima Medika Sains, vol. 4, no. 2, pp. 37-41, 2022.
[18] M. Azahra, S. Soekiswati, and Wijayanti, "Peran Usia, Paritas, dan Pendidikan dalam Kepatuhan Ibu Hamil terhadap Kunjungan Antenatal Care di Puskesmas," Jurnal Keilmuan dan Keislaman, vol. 4, no. 2, pp. 168-178, 03/25 2025, doi: 10.23917/jkk.v4i2.398.
[19] E. Mantao and M. D. D. Suja, "Tingkat pendidikan ibu dengan kepatuhan antenatal care pada perdesaan dan perkotaan di Indonesia," Berita Kedokteran Masyarakat, vol. 34, no. 5, pp. 7-3, 2018.
[20] D. Suprapti, "MOTIVASI IBU HAMIL DALAM MELAKUKAN KUNJUNGAN ANTENATAL CARE (K-1) MURNI (Studi Di BPM Ida Siswiastuty Kecamatan Arut Selatan Kabupaten Kotawaringin Barat Provinsi Kalimantan Tengah)," Jurnal Kesehatan Borneo Cendekia, vol. 4, no. 1, pp. 1-13, 2020.
[21] R. Fatriani, "Hubungan Karakteristik Ibu Hamil dengan Kunjungan Antenatal Care (ANC) di Era Adaptasi Kebiasaan Baru Pandemi COVID-19," Jurnal Medika Malahayati, vol. 7, no. 2, pp. 643-653, 2023.
[22] Sugiyono, Metode penelitian kuantitatif, kualitatif. dan R&D (Alfabeta). Bandung, 2016.
[23] R. I. Riyani, S. N. Retno, N. A. Putri, and M. Y. Umar, "Hubungan Pengetahuan dan Sikap dengan Kepatuhan Konsumsi Tablet FE pada Ibu Hamil di Wilayah Kerja Pusekesmas Bukoposo Kecamatan Way Serdang Kabupaten Mesuji," Jurnal Maternitas Aisyah (JAMAN AISYAH), vol. 1, no. 1, pp. 67-76, 2019, doi: https://doi.org/10.30604/jaman.v5i2.1532.
[24] C. R. Titaley et al., "Persepsi Ibu Hamil Dan Nifas Tentang Anemia Dan Konsumsi Tablet Tambah Darah Selama Kehamilan : Studi Kualitatif Di Kabupaten Purwakarta Dan Lebak," Indonesian Journal of Reproductive Health, vol. 5, no. 2, pp. 63-79, 2014 2014, doi: 10.22435/kespro.v5i2.3884.63-79.
[25] U. Muliani and B. Bertalina, "HUBUNGAN PENGETAHUAN & SIKAP DENGAN KEPATUHAN IBU HAMIL MENGONSUMSI TABLET TAMBAH DARAH DI TIYUH PANARAGAN LAMPUNG," HEALTHY: Jurnal Inovasi Riset Ilmu Kesehatan, vol. 4, no. 2, pp. 65-72, 2025.
