Sosialisasi Kawasan Rawan Bencana Tsunami di Desa Way Muli Timur, Kecamatan Rajabasa, Kabupaten Lampung Selatan

  • Alviyanda Alviyanda ITERA

Abstract

Kabupaten Lampung Selatan merupakan salah satu daerah yang terdampak bencana tsunami tahun 2018. Salah satu lokasi yang terdampak yaitu Desa Way Muli Timur. Pemukiman yang berada di bibir pantai menyebabkan daerah ini memiliki risiko yang tinggi ketika terjadi bencana tsunami terjadi. Kegiatan sosialisasi diperlukan untuk memberikan pemahaman kepada warga masyrakat tentang potensi bencana tsunami dan daerah-daerah yang aman ketika tsunami terjadi. Pemahaman warga terhadap apa itu bencana tsunami, indikasinya dan langkah-langkah apa yang harus dilakukan ketika bencana terjadi dapat diukur dengan kegiatan social mapping. Evaluasi dilakukan dengan memberikan kuesioner untuk mengukur pemahaman warga masyarakat. Selain itu, kegiatan sosialisasi ini juga bertujuan untuk membentuk agent of mitigation yang menjadi penggerak sosialisasi kawasasan rawan bencana secara berkala.

References

[1] S. L. Soloviev, dan Ch. N. Go, “A Catalogue of Tsunamis on the Western Shore of the Pacific Ocean. Moscow”, Nauka Publishing House, 308h. Terjemahan dalam bahasa Inggris oleh Canada Institute for Scientific and Technical Information, National Research Council, Ottawa, Canada KIA OS2, 1974.
[2] J. D. L White, “Ocean Drilling and Hazards of Submarine Volcanic Eruptions”, dipresentasikan pada pertemuan Geohazard-IODP, Portland - Oregon, Amerika Serikat. 26-30 Agustus 2007.
[3] National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA), Tsunami Readings, bahan kuliah pada pemodelan tsunami, Januari 2007, Melbourne, Australia, 2007.
[4] Yudhicara dan K. Budiono, “Tsunamigenik di Selat Sunda: Kajian terhadap katalog Tsunami Soloviev,” Jurnal Geologi Indonesia, Vol.3, No.4, hal 241-251, 2008.
[5] CNN. Daftar 99 Korban Meninggal Akibat Tsunami di Pesisir Lampung. Retrivied Januari 21, 2021, Retrieved from https://www.cnnindonesia.com/nasional/20181225003408-20-356131/daftar-99-korban-meninggal-akibat-tsunami-di-pesisir-lampung/
[6] R. Triatmadja, “Tsunami Kejadian, Penjalaran, Daya Rusak, Dan Mitigasinya,” Yogyakarta: Gajah Mada University Press, 2010.
[7] BNPB, Masterplan Pengurangan Risiko Bencana Tsunami, 2012.
[8] BMKG, Ungkap Kronologi Terjadinya Tsunami Selat Sunda, Retrivied Januari 21, 2021, from https://kumparan.com/kumparannews/bmkg-ungkap-kronologi-terjadinya-tsunami-selat-sunda-15461 85980515849279/
[9] Kushendratno, “Pemantauan Visual Letusan Gunung Anak Krakatau Periode Juli-Desember 2018,” Badan Geologi Press, Bandung, Hal 277-296, 2019.
[10] Walter, T.R., Haghshenas Haghighi, M., Schneider, F.M., Coppola, D., Motagh, M., Saul, J., & Gaebler, P, Complex hazard cascade culminating in the Anak Krakatau sector collapse. Nature Communications, 10(1), 1–11, 2019.
[11] Netting, F. Ellen, Peter M. Kettner dan Steven L. McMurtry, Social Work Macro Practice, New York: Longman, 1993.
Published
2021-11-22
How to Cite
ALVIYANDA, Alviyanda. Sosialisasi Kawasan Rawan Bencana Tsunami di Desa Way Muli Timur, Kecamatan Rajabasa, Kabupaten Lampung Selatan. TeknoKreatif: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat, [S.l.], v. 1, n. 2, p. 111-117, nov. 2021. ISSN 2807-1751. Available at: <https://journal.itera.ac.id/index.php/teknokreatif/article/view/743>. Date accessed: 07 dec. 2021. doi: https://doi.org/10.35472/teknokreatif.v1i2.743.