Pengolahan Sampah Organik Rumah Tangga Menjadi Pupuk Dengan Memanfaatkan Alat Dekomposer di Kampung Bumimas

  • Dwi Cahyani Institut Teknologi Sumatera
  • Zunanik Mufidah Institut Teknologi Sumatera
  • David Septian Sumanto Marpaung Institut Teknologi Sumatera
  • Arif Dwi Santoso Institut Teknologi Sumatera
  • Budi Priyonggo Institut Teknologi Sumatera
  • Raizummi Fil'aini Institut Teknologi Sumatera
  • Ni Wayan Arya Utari Institut Teknologi Sumatera
  • Okta Amelia Institut Teknologi Sumatera
  • Melbi Mahardika Institut Teknologi Sumatera

Abstract

Rumah tangga merupakan sektor penghasil sampah paling besar dimana komposisi yang paling dominan adalah sampah makanan. Salah satu alternatif pengolahan sampah makanan adalah dengan mengkonversi bahan organik tersebut menjadi produk bernilai guna tinggi, yakni pupuk organik. Metode yang dipakai dalam kegiatan pengabdian ini adalah pemberian pelatihan kepada kader Pemberdayaan & Kesejahteraan Keluarga dan Kelompok Wanita Tani Kampung Bumi Mas untuk mengolah sampah organik menjadi pupuk cair dan pupuk padat untuk digunakan kembali sebagai nutrisi alami untuk tanaman. Target khusus yang ingin dicapai adalah untuk melakukan transfer teknologi aplikatif dengan menggunakan alat dekomposter sederhana skala rumah tangga kepada masyarakat. Selain itu juga mengajak masyarakat untuk turut aktif dalam upaya penurunan emisi gas rumah kaca yang dihasilkan dari sampah organik rumah tangga.

References

[1] A. Z. Mutaqin, "Pengelolaan sampah organik rumah tangga dalam penanggulangan Ppencemaran lingkungan di Desa Bumiwangi Kecamatan Ciparay Kabupaten Bandung," GEOAREA: Jurnal Geografi, vol. 1, pp. 33-37, 2018.
[2] I. K. Tjahjani, S. Wignjosoebroto, dan U. Ciptomulyono, "Perancangan sistem pengolahan sampah organik dengan inovasi komposter yang ergonomis mengunakan metode quality function deployment (QFD)," in Prosiding Seminar Nasional Manajemen Teknologi VII, pp. A-25-1-A-25-12, 2008.
[3] T. H. Mutaqin, "Pengelolaan sampah limbah rumah tangga dengan komposer elektrik berbasis komunitas," Jurnal Litbang Sekda DiY Biro Adm. Pembang, vol. 2, pp. 1-12, 2010.
[4] Ekhwanto, "Data monografi kampung Bumimas," Kampung Endang Rejo2017.
[5] H. Herlianti, E. Kuswanto, dan S. Ifrianti, "Identifikasi sampah rumah tangga pada masyarakat kecamatan sukarame, kota bandar lampung," in Prosiding Seminar Nasional Sains Mipa dan Aplikasi (ISBN: 978-602-98559-1-3), 2013.
[6] D. A. Iryani, D. Despa, dan U. Hasanudin, "Karakterisasi sampah padat kota dan estimasi emisi gas rumah kaca di tempat pembuangan akhir (TPA) Bakung Kota Bandarlampung," Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan, pp. 1-9, 2019.
[7] D. Cahyani, A. Haryanto, G. Putra, R. Fil’aini, dan D. Marpaung, "Life cycle assessment of biogas digester in small scale tapioca industry," IOP Conference Series: Earth and Environmental Science, p. 012017, 2019.
[8] R. Hasibuan, "Analisis dampak limbah/sampah rumah tangga terhadap pencemaran lingkungan hidup," Jurnal Ilmiah Advokasi, vol. 4, pp. 42-52, 2016.
[9] L. Sulistyorini, "Pengelolaan sampah dengan cara menjadikannya kompos," Jurnal Kesehatan Lingkungan, vol. 2, 2005.
[10] Anonimous, "Aplikasi EM4," 2020.
[11] M. Mardwita, E. S. Yusmartini, A. Melani, A. Atikah, dan D. Ariani, "Pembuatan kompos dari sampah organik menjadi pupuk cair dan pupuk padat menggunakan komposter," Suluh Abdi: Jurnal Ilmiah Pengabdian Kepada Masyarakat, vol. 1, 2019.
[12] N. Rahmawanti dan N. Dony, "Pembuatan pupuk organik berbahan sampah organik rumah tangga dengan penambahan aktivator EM 4 Di Daerah Kayu Tangi," Ziraa'ah Majalah Ilmiah Pertanian, vol. 39, pp. 1-7, 2014.
Published
2021-07-30
How to Cite
CAHYANI, Dwi et al. Pengolahan Sampah Organik Rumah Tangga Menjadi Pupuk Dengan Memanfaatkan Alat Dekomposer di Kampung Bumimas. TeknoKreatif: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat, [S.l.], v. 1, n. 1, p. 43-49, july 2021. ISSN 2807-1751. Available at: <https://journal.itera.ac.id/index.php/teknokreatif/article/view/520>. Date accessed: 20 sep. 2021. doi: https://doi.org/10.35472/teknokreatif.v1i1.520.