Pengenalan dan Pembuatan Taman Obat Keluarga (TOGA) untuk Mewujudkan Kemandirian dalam Pengobatan Keluarga Desa Gedung Harapan, Lampung Selatan

  • Gres Maretta Institut Teknologi Sumatera
  • Andy Darmawan Institut Teknologi Sumatera
  • Ayu Oshin Yap Sinaga Institut Teknologi Sumatera
  • Dian Anggria Sari Institut Teknologi Sumatera
  • David Septian Sumanto Marpaung Institut Teknologi Sumatera
  • Benny Pramana Zihad Institut Teknologi Sumatera
  • David Hutauruk Institut Teknologi Sumatera
  • Rohani Enjelina Institut Teknologi Sumatera

Abstract

Tanaman obat merupakan tanaman yang memiliki senyawa metabolit sekunder yang berkhasiat dalam mengobati penyakit. Berkaitan dengan permasalahan yang dihadapi oleh warga Desa Gedung Harapan, yaitu masyarakatnya masih belum memanfaatkan potensi tanaman obat secara optimal maka perlu adanya upaya pengenalan cara membuat taman obat keluarga (TOGA). Penyuluhan dilakukan kepada warga melalui ceramah dan praktik penanaman beberapa tanaman obat. Peserta yang hadir adalah 35 orang, dari target peserta 40 orang (87,5%). Ketercapaian target materi dapat dikatakan baik dilihat dari peningkatan hasil post-test yang dilakukan pada akhir kegiatan. Berdasarkan hasil akhir kegiatan, disarankan untuk lebih mengajak warga merealisasikan pembuatan taman TOGA pada perkarangan rumah agar warga dapat mewujudkan keandirian dalam pengobatan keluarga.

References

[1] Kementrian Kesehatan RI. Pembuatan Jamu Segar yang Baik dan Benar. 2015.
[2] J. Barnes, L. A. Anderson, and J. D. Phillipson, “Herbal medicines: a guide for healthcare professionals,” Pharmaceutical Press, Ed. 2, 2003.
[3] A. D. Setyawan, “Keragaman varietas jahe (Zingiber officinale Rosc.) berdasarkan kandungan kimia minyak atsiri,” BioSMART, vol 4 (2), pp.48-54, 2002.
[4] T. Nisar, M. Iqbal, A. Raza, M. Safdar, F. Iftikhar, and M. Waheed, “Turmeric: A promising spice for phytochemical and antimicrobial activities,” Am. Eur. J. Agric. Environ. Sci, 15(7), pp.1278-88, 2015.
[5] S. S. Prastiwi, and F. Ferdiansyah, “Kandungan dan aktivitas farmakologi jeruk nipis (Citrus aurantifolia Swing),” Farmaka, vol. 15(2), pp.1-8, 2017.
[6] Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat. 2019. Tanaman Obat.
[7] F. Firenzuoli, and L. Gori, “Herbal medicine today: clinical and research issues,” Evidence-based complementary and alternative medicine: eCAM, vol 4(Suppl.1), pp.37–40, 2007.
[8] R. Febriansah, “Pemberdayaan kelompok tanaman obat keluarga menuju keluarga sehat di Desa Sumberadi, Mlati, Sleman,” Jurnal BERDIKARI, Vol. 5, No. 2, 2017.
[9] Y. Harjono, H. Yusmaini, M. Bahar, “Penyuluhan pemanfaatan tanaman obat keluarga dan penanaman tanaman obat keluarga di Kampung Mekar Bakti 01/01, Desa Mekar Bakti Kabupaten Tangerang,” JPM Ruwa Jurai, Vol. 3, 2017.
[10] R. Azharghany, “Optimalisasi tanaman obat keluarga (TOGA) dalam meningkatkan taraf kesehatan masyarakat Desa Mojolegi,” Laporan Pengabdian Kuliah Kerja Nyata-Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat, 2018.
[11] K. P. Nair, “Turmeric (Curcuma Longa L.) and Ginger (Zingiber Officinale Rosc.)-World's Invaluable Medicinal Spices: The Agronomy and Economy of Turmeric and Ginger,” Springer Nature, 2019.
Published
2021-07-30
How to Cite
MARETTA, Gres et al. Pengenalan dan Pembuatan Taman Obat Keluarga (TOGA) untuk Mewujudkan Kemandirian dalam Pengobatan Keluarga Desa Gedung Harapan, Lampung Selatan. TeknoKreatif: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat, [S.l.], v. 1, n. 1, p. 21-29, july 2021. ISSN 2807-1751. Available at: <https://journal.itera.ac.id/index.php/teknokreatif/article/view/473>. Date accessed: 20 sep. 2021. doi: https://doi.org/10.35472/teknokreatif.v1i1.473.