Edukasi Pengolahan Pangan Lokal Sumatera dan Penerapan PHBS (Pola Hidup Bersih dan Sehat) Sebagai Upaya Pencegahan Stunting

  • Zada Agna Talitha Institute Technology of Sumatera
  • Masayu Nur Ulfa Institute Technology of Sumatera
  • Amalia Wahyuningtyas Institute Technology of Sumatera
  • Dina Fithriyani Institute Technology of Sumatera

Abstract

Desa Ono Harjo menghasilkan beberapa produk pertanian dan juga memproduksi padi, gabah, jagung, ubi kayu serta memiliki ternak kambing dan sapi . Namun dengan berbagai sumber pangan yang ada, Desa Ono Harjo masih menghadapi masalah gizi, yaitu stunting. Stunting merupakan suatu keadaan yang terjadi akibat malnutrisi kronis yang sudah berlangsung bertahun-tahun. Praktik perawatan kebersihan, kesehatan, dan tingkat konsumsi pangan oleh orang tua terhadap anak memiliki hubungan yang signifikan dengan kejadian stunting. Salah satu solusi yang dapat dilakukan untuk mencegah terjadinya stunting pada balita di Desa Ono Harjo adalah melakukan edukasi mengenai stunting, penerapan PHBS serta pemanfaatan dan pengolahan pangan lokal pencegah stunting. Kegiatan yang dilakukan terdiri dari serangkaian edukasi yang dikemas dengan perlombaan olahan pangan agar lebih menarik. Perlu dilakukan evaluasi untuk kegiatan pengabdian selanjutnya supaya kegiatan lebih berkelanjutan sehingga output yang dihasilkan lebih besar. Berdasarkan data peningkatan pemahaman mengindikasikan tercapainya tujuan yang diharapkan untuk pemahaman peserta pengabdian.

References

[1] Badan Pusat Statistik Kabupaten Lampung Tengah. Kecamatan Seputih Agung dalam Angka 2021. diakses 13 Februari 2022. Dari https://lampungtengahkab.bps.go.id/publication/2021/09/24/85a4a5926ded272bac3a236f/kecamatanterbanggi-besar-dalam-angka-2021.html
[2] C. Aryu. Epidemiologi Stunting. Fakultas Kedokteran Undip Semarang; 2020.
[3] Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan. Riset Kesehatan Dasar; 2018.
[4] Pusat Data dan Informasi Kemenkes RI. Situasi Balita Pendek (Stunting) di Indonesia. Jakarta; 2018.
[5] ND Yanti, F. Betriana, dan IR. Kartika. Faktor Penyebab Stunting pada Anak: Tinjauan Literatur. RNJ; 3(1): 1 – 10, 2020.
[6] RM. Rahayu, EP. Pamungkasari, dan CSP. Wekadigawan. The Biopsychosocial Determinants of Stunting and Wasting in Children Aged 12-48 Months. Journal of Maternal and Child Health, 3(2): 105-118, 2018.
[7] Zikria W, Masrul, dan Bustami LES. The Association Between Mother’ s Care Practices With Stunting Incident In Children Age 12-35 Months In Air Dingin Primary Health Center Padang 2018. Journal of Midwifery, 3(2): 176-189, 2018.
[8] S. Nasution. Aplikasi Teknologi Sanitasi dari Daun Pepaya dan Pengemasan Tusuk Bakso di Desa Karang Anyar, Lampung Timur. TeknoKreatif: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat. Vol 2(1). 2022.
[9] C. Scheffler and M. Hermanussen., Stunting is the Condition of Human Height. American Journal of Human Biology. 1-13. 2021
[10] Sutarto, D. Mayasari, R. Indriyani. Stunting, Faktor Resiko dan Pencegahannya. Journal Agromedicine, 5(1)540-545. 2018
Published
2024-04-30
How to Cite
TALITHA, Zada Agna et al. Edukasi Pengolahan Pangan Lokal Sumatera dan Penerapan PHBS (Pola Hidup Bersih dan Sehat) Sebagai Upaya Pencegahan Stunting. TeknoKreatif: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat, [S.l.], v. 4, n. 1, p. 14-19, apr. 2024. ISSN 2807-1751. Available at: <https://journal.itera.ac.id/index.php/teknokreatif/article/view/1120>. Date accessed: 20 june 2024. doi: https://doi.org/10.35472/teknokreatif.v4i1.1120.