https://journal.itera.ac.id/index.php/jstvc/issue/feedJournal of Science, Technology, and Visual Culture2025-12-04T03:20:06+00:00Putty Yunesti, S.T., M.Eng[email protected]Open Journal Systems<p><strong>Journal of Science, Technology, and Visual Culture</strong> adalah sebuah jurnal yang bersifat Open Access sebagai media publikasi ilmiah bagi peneliti, dosen, mahasiswa, dan akademisi untuk menyampaikan buah pikiran dan hasil penelitiannya yang berkualitas pada bidang yang digeluti, antara lain:</p> <ol> <li class="show">Renewable Energy, Energy Conversion and Conservation</li> <li class="show">Electrical, Informatics, Telecommunications, and Biomedical Engineering</li> <li class="show">Biology, Forestry, Agriculture, and Food Technology</li> <li class="show">Chemical, Material, and Industrial Technology</li> <li class="show">Architecture and Infrastructure Engineering</li> <li class="show">Earth and Space Science and Engineering</li> <li class="show">Marine Science and Engineering</li> <li class="show">Visual and Communication</li> </ol> <p>Jurnal ini dikelola oleh Konsorsium TPAK Jurusan Teknologi Produksi dan Industri (JTPI) dan Jurusan Teknologi Infrastruktur dan Kewilayahan (JTIK) Institut Teknologi Sumatera dan terbit empat kali dalam setahun, yaitu Maret, Juli, Oktober, dan Desember.</p>https://journal.itera.ac.id/index.php/jstvc/article/view/1746ANALISIS KESESUAIAN LAHAN UNTUK PERMUKIMAN DAN PARIWISATA BERDASARKAN ASPEK GEOLOGI LINGKUNGAN DENGAN METODE SPATIAL MULTI-CRITERIA EVALUATION (SMCE) DI DAERAH KECAMATAN NUSANIWE, KOTA AMBON2025-12-04T03:20:05+00:00Micky Kololu[email protected]Giovanny Ferdinandus[email protected]Resti Limehuwey[email protected]Deny Juanda Puradimaja[email protected]Yuniarti Ulfa[email protected]Ananta Purwoarminta[email protected]Stevanus Nalendra Jati[email protected]<p class="Abstrak" style="text-indent: 0cm;"><span lang="IN" style="font-style: normal;">Lahan adalah sumber daya yang terbatas dan harus dimanfaatkan sesuai dengan daya </span><span lang="IN" style="font-style: normal;">dukung lingkungannya. Kecamatan Nusaniwe memiliki potensi sumber daya geologi dan rawan akan bencana geologi, sehingga diperlukan analisis kesesuaian lahan terutama untuk permukiman dan pariwisata. Beberapa hal yang menjadi alasan penelitian ini dilakukan antara lain; pembangunan permukiman pada Kecamatan ini belum merata, terdapat banyak lokasi pariwisata dan morfologinya di dominasi oleh lereng yang curam dan pesisir pantai. Penelitian ini menggunakan metode </span><span lang="IN">Spatial Multi-Criteria Evaluation</span><span lang="IN" style="font-style: normal;"> (SMCE) untuk menganalisis kesesuaian lahan permukiman dan pariwisata. Dari hasil penelitian, menunjukkan bahwa lahan yang sesuai untuk dijadikan lokasi pembangunan permukiman, antara lain; 0.7 km² di Desa Amahusu, 1.25 km² di Negeri Nusaniwe, 1.5 km² di Desa Latuhalat, 0.07 km² di Kelurahan Waihaong, 2.04 km² di Negeri Urimessing, 0.2 km² di Kelurahan Mangga Dua, 0.1 km² di Kelurahan Urimessing, 0.45 km² di Kelurahan Kudamati, 0.41 km² di Negeri Seilale, 0.6 km² di Kelurahan Benteng, dan 0.32 km² di Kelurahan Nusaniwe. Sedangkan untuk pariwisata terdapat empat lokasi yang cukup sesuai dan memiliki nilai keragaman geologi (geodiversity) yaitu Bukit Paralayang, Pantai Pintu Kota, Pantai Tanjung Nusaniwe dan Pantai Batu Lubang. Keempat lokasi ini berpotensi untuk dilakukan pengembangan geopark pada kawasan wisata tersebut.</span></p>2025-08-28T09:01:37+00:00Copyright (c) 2025 Journal of Science, Technology, and Visual Culture