Perbandingan Indeks Lahan Terbangun NDBI dan Land Surface Temperature Dalam Memetakan Kepadatan Bangunan di Kota Medan

  • Andi Syahputra Institut Teknologi Sumatera
  • Retnadi Heru Jatmiko Universitas Gadjah Mada
  • Dyah Rahmawati Hizbaron Universitas Gadjah Mada
  • Trida Ridho Fariz Universitas Negeri Semarang

Abstract

Suhu permukaan lahan (LST) di suatu daerah dipengaruhi oleh kondisi kerapatan vegetasi, kerapatan bangunan, dan jumlah penduduk yang bermukim di daerah tersebut. Medan adalah salah satu kota terbesar di Indonesia dengan tingkat perubahan lahan bervegetasi menjadi lahan terbangun yang tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi hubungan persentasi kepadatan bangunan dengan suhu permukaan lahan di Kota Medan. Metode pendekatan pixel image analisis dilakukan untuk mendapatkan nilai kerapatan bangunan pada pixel image citra Landsat 8 denganĀ  bantuan citra satelit WorldView-2. Hasil menunjukan suhu permukaan lahan tertinggi pada tahun 2018 sebesar 35, 40C ditemukan di Kecamatan Medan Perjuangan dan terendah sebesar 22,50C di Kecamatan Medan Belawan. Sample kerapatan bangunan dengan tingkat kepadatan sebesar 889,17m juga terdapat di Kecamatan Medan Perjuangan sedangkan sample tingkat kerapatan bangunan terendah terdapat di Kecamatan Medan Timur. Analisis regresi linier pengaruh kepadatan bangunan dengan suhu permukaan lahan didapatkan korelasi (R) sebesar 0,64 dan koefesien determinasi (R2) sebesar 0,411 dan pemodelan kepadatan bangunan berbasis LST ini memiliki korelasi (R) dan koefesien determinasi (R2) sebesar 0,72 dengan RMSE yang didapat sebesar 0,853.

Published
2021-07-14
How to Cite
SYAHPUTRA, Andi et al. Perbandingan Indeks Lahan Terbangun NDBI dan Land Surface Temperature Dalam Memetakan Kepadatan Bangunan di Kota Medan. Journal of Science, Technology, and Visual Culture, [S.l.], v. 1, n. 1, p. 16 - 22, july 2021. Available at: <https://journal.itera.ac.id/index.php/jstvc/article/view/540>. Date accessed: 20 sep. 2021.
Section
Articles