Journal of Clinical dan Pharmaceutical Innovation
https://journal.itera.ac.id/index.php/PharJ
<p><span data-sheets-root="1" data-sheets-value="{"1":2,"2":"Pharmatera Journal is a peer-reviewed open access journal published by the Sumatera Institute of Technology's Pharmacy Study Program. Pharmatera Journal publishes journals three times a year for original research and review articles focusing in the field of pharmacy and pharmaceutical sciences. Pharmatera Journals receive article in Bahasa or English.\n"}" data-sheets-userformat="{"2":513,"3":{"1":0},"12":0}">Journal of Clinical dan Pharmaceutical Innovation (JCPI) is a peer-reviewed open access journal published by the Sumatera Institute of Technology's Pharmacy Study Program. JCPI publishes journals three times a year for original research and review articles focusing in the field of pharmacy and pharmaceutical sciences. JCPI receive article in Bahasa or English.<br></span></p>en-US[email protected] (apt. Winni Nur Auli, M.S.Farm)[email protected] (Winni Nur Auli)Tue, 30 Jun 2026 00:00:00 +0000OJS 3.1.2.4http://blogs.law.harvard.edu/tech/rss60PENGEMBANGAN KRIM ALIS BERBASIS EKSTRAK KULIT BUAH KOPI ROBUSTA (COFFEA CANEPHORA): STUDI FORMULASI DAN UJI HEDONIK
https://journal.itera.ac.id/index.php/PharJ/article/view/2579
<p>Total produksi kopi di Lampung sebesar 141,93 ton dan limbah kulit buah kopi mencakup 30-35%. Hingga saat ini limbah kulit buah kopi di Lampung belum dimanfaatkan dengan baik, sehingga diperlukan upaya pemanfaatan kulit buah kopi di Lampung. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh konsentrasi ekstrak kulit buah kopi robusta (<em>Coffea canephora</em>) terhadap sifat fisikokimia sediaan <em>eyebrow cream</em>, tingkat iritasi yang ditimbulkan, serta tingkat kesukaan masyarakat terhadap sediaan <em>eyebrow cream</em>. Ekstraksi pada penelitian menggunakan metode <em>Ultrasound Assisted Extractio</em>n (UAE) dengan perbandingan 1:10. Formula dibagi menjadi 4, yaitu F0, F1, F2, dan F3. Dilakukan evaluasi sediaan terhadap formula sediaan <em>eyebrow cream</em> yang meliputi evaluasi fisik sediaan, uji iritasi, uji stabilitas, dan uji hedonik. Hasil penelitian menunjukkan penambahan ekstrak kulit buah kopi robusta (<em>Coffea canephora</em>) dengan konsentrasi 10%, 15%, dan 20% berpengaruh pada organoleptik sediaan yaitu warna berubah menjadi coklat muda, coklat, dan coklat tua. Hasil uji homogenitas menyatakan bahwa sediaan memiliki homogenitas yang baik. Tiap peningkatan konsentrasi ekstrak juga berpengaruh terhadap penurunan pH sediaan secara berturut-turut untuk F0, F1, F2, dan F3 sebesar 6,54; 5,87; 5,74; dan 5,69; peningkatan nilai viskositas sediaan secara berturut-turut sebesar 8.087 cps, 8.725 cps, 9.749 cps, dan 10.186 cps, peningkatan daya lekat sediaan secara berturut-turut sebesar 58,69 detik, 85,24 detik, 97,02 detik, dan 105,71 detik, serta pada daya oles menghasilkan warna yang merata. Hasil penelitian juga menunjukkan tidak adanya tanda iritasi pada kulit sehingga dapat digunakan sebagai pewarna alami pada sediaan <em>eyebrow cream</em>. Hasil penelitian menunjukkan formula yang paling disukai oleh panelis adalah formula 3.</p>valentri wulandari, Gayatri Simanullang, Syaikhul Aziz
Copyright (c) 2026 Journal of Clinical dan Pharmaceutical Innovation
https://journal.itera.ac.id/index.php/PharJ/article/view/2579Tue, 30 Jun 2026 02:54:50 +0000EVALUASI RASIONALITAS PENGGUNAAN ERYTHROPOIETIN STIMULATING AGENTS (ESA) PADA PASIEN GAGAL GINJAL KRONIK (GGK) DENGAN ANEMIA YANG MENJALANI HEMODIALISA DI BANDAR LAMPUNG
https://journal.itera.ac.id/index.php/PharJ/article/view/2863
<p>Anemia sering terjadi pada pasien gagal ginjal kronik (GGK) yang menjalani hemodialisa dan dapat menurunkan kualitas hidup. Terapi <em>Erythropoietin Stimulating Agents</em> (ESA) perlu diberikan secara rasional untuk mencegah komplikasi dan mengurangi beban biaya terapi berdasarkan metode 5 Tepat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik pasien GGK dengan anemia dan mengevaluasi rasionalitas penggunaan ESA di salah satu Rumah Sakit Bandar Lampung. Penelitian ini merupakan studi deskriptif retrospektif dengan <em>purposive sampling</em>. Sebanyak 129 pasien dipilih berdasarkan kriteria tertentu dan evaluasi penggunaan ESA mengacu pada pedoman PERNEFRI. Hasil penelitian menunjukkan karakteristik pasien GGK dengan anemia yang menjalani hemodialisa didominasi oleh kelompok usia 56–65 tahun (27,91%), perempuan (56,58%) dengan komorbiditas hipertensi (63,77%) dan diabetes melitus (14,49%).Evaluasi rasionalitas penggunaan ESA menunjukkan hasil Tepat Pasien (97,67%), Tepat Indikasi (97,67%), Tepat Obat (97,67%), Tepat Dosis (10,08%), dan Tepat Frekuensi Pemberian (100%). Secara umum, penggunaan ESA pada pasien GGK dengan anemia di rumah sakit tersebut telah cukup rasional, tetapi optimalisasi penentuan dosis diperlukan untuk meningkatkan efektivitas terapi dan mencapai target pengobatan yang diharapkan.</p>Novrilia Atika Nabila, Sekar Ayu Zhafira, Oktaviana Zunnita
Copyright (c) 2026 Journal of Clinical dan Pharmaceutical Innovation
https://journal.itera.ac.id/index.php/PharJ/article/view/2863Tue, 30 Jun 2026 03:22:28 +0000Studi In Silico Interaksi Senyawa Bioaktif Anggur terhadap Protein SOD1 sebagai Kandidat Neuroprotektif pada Amyotrophic Lateral Sclerosis
https://journal.itera.ac.id/index.php/PharJ/article/view/2769
<p><em><span style="font-weight: 400;">Amyotrophic Lateral Sclerosis</span></em><span style="font-weight: 400;"> (ALS) merupakan penyakit neurodegeneratif progresif yang berkaitan dengan stres oksidatif dan disfungsi protein, salah satunya protein</span><em><span style="font-weight: 400;"> superoxide dismutase</span></em> <em><span style="font-weight: 400;">1 </span></em><span style="font-weight: 400;">(SOD1). Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi potensi senyawa bioaktif dari anggur (</span><em><span style="font-weight: 400;">Vitis vinifera</span></em><span style="font-weight: 400;">) sebagai kandidat neuroprotektif melalui pendekatan </span><em><span style="font-weight: 400;">in silico</span></em><span style="font-weight: 400;"> menggunakan metode molecular docking. Senyawa yang diuji meliputi golongan flavonoid dan asam fenolat yang telah memenuhi kriteria </span><em><span style="font-weight: 400;">Lipinski’s Rule of Five</span></em><span style="font-weight: 400;">. Struktur protein target SOD1 (PDB ID: 6A9O) dipreparasi dan divalidasi dengan metode redocking yang menghasilkan nilai RMSD sebesar 1,93 Å, menunjukkan validitas metode docking. Hasil docking menunjukkan bahwa seluruh senyawa mampu berinteraksi dengan protein SOD1, dengan quercetin sebagai senyawa dengan afinitas terbaik (ΔG −5,30 kcal/mol), diikuti oleh kaempferol, epicatechin, dan catechin. Interaksi ligan dengan protein melibatkan residu penting seperti GLU21, TRP32, LYS30, SER98, ILE99, dan VAL31 melalui ikatan hidrogen, interaksi hidrofobik, dan gaya van der Waals. Kesamaan residu interaksi antara senyawa uji dan ligan alami menunjukkan adanya kemiripan mekanisme pengikatan pada situs aktif protein. Berdasarkan hasil tersebut, senyawa flavonoid dari anggur berpotensi sebagai kandidat inhibitor SOD1 dan dapat dikembangkan lebih lanjut sebagai agen neuroprotektif pada ALS. </span></p>Vandy Aditya Setia, Syaira Miranti
Copyright (c) 2026 Journal of Clinical dan Pharmaceutical Innovation
https://journal.itera.ac.id/index.php/PharJ/article/view/2769Tue, 30 Jun 2026 03:44:04 +0000