https://journal.itera.ac.id/index.php/JIIE/issue/feed Journal of Integrated Industrial Engineering 2026-08-26T05:22:07+00:00 Dian Fajarika [email protected] Open Journal Systems <p class="PDq2pG_selectionAnchorContainer" data-start="0" data-end="890"><strong data-start="0" data-end="55">Journal of Integrated Industrial Engineering (JIIE)</strong> is an open-access, peer-reviewed international journal published by <strong>Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM), Institut Teknologi Sumatera and </strong><strong>Managed by Program Studi Teknik Industri Institut Teknologi Sumatera</strong> (ITERA), Indonesia. The journal is published twice a year, in July and January, and collaborates with the Cooperation Agency for Higher Education in Industrial Engineering (<em data-start="368" data-end="443">Badan Kerjasama Penyelenggara Pendidikan Tinggi Teknik Industri Indonesia</em> or BKSTI). JIIE provides a scientific platform for researchers, academics, educators, practitioners, and professionals to disseminate original theoretical, methodological, and applied research addressing contemporary issues in industrial engineering and related fields. Particular emphasis is placed on studies demonstrating originality, methodological rigor, practical relevance, and broader applicability to industrial and engineering problems.</p> <p data-start="892" data-end="1520">The scope of JIIE includes, but is not limited to, <strong data-start="943" data-end="1349">Operations Research and Optimization, Product Design and Development, System Modeling and Simulation, Production Systems, Manufacturing Systems, Quality and Reliability Engineering, Ergonomics and Work System Design, Logistics and Supply Chain Management, Performance Management, Industrial Systems Optimization, Occupational Safety and Health, and Information Engineering and Industrial Data Analytics</strong>. The journal welcomes high-quality contributions that advance the development and application of industrial engineering knowledge in both academic and practical contexts.</p> <p data-start="1522" data-end="1618" data-is-last-node="" data-is-only-node=""><strong data-start="1522" data-end="1561">Dr. Ir. Dian Fajarika, S.T.P., M.T.</strong><br data-start="1561" data-end="1564"><em data-start="1564" data-end="1587">Editor-in-Chief, JIIE</em><br data-start="1587" data-end="1590" data-is-only-node=""><a class="decorated-link cursor-pointer" rel="noopener" data-start="1590" data-end="1618" data-is-last-node="">[email protected]</a></p> https://journal.itera.ac.id/index.php/JIIE/article/view/3011 PENENTUAN KOMBINASI FAKTOR OPTIMUM UNTUK MEMPERPANJANG MASA SIMPAN TAHU MENGGUNAKAN METODE TAGUCHI 2026-07-30T11:55:29+00:00 Muhammad Faishal Jundana Muttaqin [email protected] Naufal Auliansyah [email protected] Sherin Ramadhania [email protected] <p>Pertumbuhan industri pangan telah meningkatkan kebutuhan akan produk olahan berbahan dasar kedelai, salah satunya tahu. Namun, tahu merupakan produk yang mudah mengalami kerusakan sehingga memiliki masa simpan yang relatif singkat. Salah satu upaya untuk memperpanjang masa simpan tahu adalah dengan menggunakan bahan pengawet alami, yaitu kitosan. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan kombinasi faktor yang optimal dalam meningkatkan masa simpan tahu menggunakan metode Taguchi. Selain memperoleh kombinasi faktor terbaik, metode ini juga digunakan untuk mengidentifikasi faktor dan level yang memberikan pengaruh paling signifikan terhadap kualitas dan masa simpan tahu. Faktor yang dikaji meliputi konsentrasi kitosan, suhu penyimpanan, dan jenis tahu. Hasil eksperimen menunjukkan bahwa kombinasi faktor optimal, yaitu faktor A level 1 (penggunaan kitosan), faktor B level 2 (penyimpanan pada suhu lemari pendingin), dan faktor C level 2 (tahu kuning), mampu meningkatkan masa simpan tahu hingga 96 jam. Berdasarkan uji hedonik, kombinasi tersebut juga memperoleh tingkat penerimaan tertinggi dari panelis berdasarkan parameter warna, aroma, tekstur, dan rasa. Hasil prediksi kondisi optimal selanjutnya divalidasi melalui eksperimen konfirmasi dan menunjukkan bahwa rata-rata masa simpan yang diperoleh berada dalam selang kepercayaan hasil prediksi, sehingga kombinasi faktor yang diusulkan dinyatakan valid. Dengan demikian, kombinasi parameter yang diperoleh melalui metode Taguchi terbukti efektif dalam meningkatkan masa simpan tahu tanpa mengurangi tingkat penerimaan konsumen.</p> 2026-07-30T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 Journal of Integrated Industrial Engineering https://journal.itera.ac.id/index.php/JIIE/article/view/3019 IDENTIFIKASI DAN PEMETAAN PROSES BISNIS PENJUALAN LAYANAN BANDWIDTH MENGGUNAKAN METODE SIPOC DAN BPMN 2026-07-30T12:34:34+00:00 Intan Mardiono [email protected] I Wayan Artha Yasa [email protected] Nia Sastra Permata [email protected] Sherin Ramadhania [email protected] <p>PT PGAS Telekomunikasi Nusantara (PGNCOM) merupakan perusahaan penyedia layanan telekomunikasi yang menjalankan proses bisnis penjualan layanan <em>bandwidth</em> melalui koordinasi antara divisi Sales/Account Executive, Pre-sales Management, dan Finance. Ketidakjelasan alur kerja antardivisi berpotensi menghambat efisiensi layanan dan kepuasan pelanggan. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi dan memetakan proses bisnis penjualan layanan <em>bandwidth</em> pada divisi Account Executive PGNCOM menggunakan pendekatan SIPOC (Supplier, Input, Process, Output, Customer) dan Business Process Model and Notation (BPMN), serta menganalisis faktor penyebab kendala operasional menggunakan diagram Fishbone. Data dikumpulkan melalui observasi lapangan dan wawancara dengan pembimbing eksternal selama pelaksanaan kerja praktik di kantor pusat dan stasiun gas PGNCOM. Hasil pemetaan BPMN menunjukkan bahwa proses penjualan <em>bandwidth</em> melibatkan koordinasi bertahap antara tiga divisi, mulai dari permintaan pelanggan hingga penerbitan penawaran resmi. Analisis SIPOC mengidentifikasi lima elemen utama proses, dengan input berupa inquiry pelanggan dan data historis maintenance, serta output berupa dokumen desain solusi yang telah disetujui secara teknis dan finansial. Diagram Fishbone mengungkap bahwa ketiadaan instrumen survei kepuasan pelanggan formal menjadi salah satu faktor kendala pengukuran kualitas layanan. Penelitian ini memberikan gambaran proses bisnis yang terstruktur bagi perusahaan serta merekomendasikan penerapan sistem survei kepuasan pelanggan otomatis pascaaktivasi layanan sebagai indikator pelengkap <em>Service Level Agreement </em>(SLA).</p> 2026-07-30T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 Journal of Integrated Industrial Engineering https://journal.itera.ac.id/index.php/JIIE/article/view/3010 PERBAIKAN METODE KERJA PROSES PRODUKSI VENTILASI KAYU MELALUI PETA KERJA DI PD SUMBER MULIA 2026-08-26T04:51:35+00:00 Eka Lailita Eti Varina [email protected] Asih Setyo Rini [email protected] <p>Persaingan industri menuntut perusahaan untuk meningkatkan efisiensi proses produksi melalui penerapan metode kerja yang efektif. PD. Sumber Mulia sebagai industri pengolahan kayu yang memproduksi ventilasi udara masih menghadapi permasalahan berupa aktivitas yang tidak bernilai tambah, perpindahan material yang cukup sering, serta waktu tunggu yang berpotensi menurunkan produktivitas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis proses pembuatan ventilasi udara kayu menggunakan peta kerja guna mengidentifikasi peluang perbaikan metode kerja. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan deskriptif melalui observasi langsung, wawancara, dan dokumentasi pada proses produksi. Analisis dilakukan menggunakan Peta Kerja Keseluruhan yang meliputi <em>Operation Process Chart</em> (OPC), <em>Flow Process Chart</em> (FPC), <em>Assembly Chart</em>, dan diagram alir, serta Peta Kerja Setempat yang terdiri atas Peta Tangan Kiri dan Tangan Kanan serta Peta Pekerja dan Mesin. Hasil penelitian menunjukkan bahwa OPC terdiri atas 27 aktivitas operasi dan 1 aktivitas pemeriksaan, sedangkan FPC menunjukkan 16 aktivitas operasi, 2 aktivitas pemeriksaan, 4 aktivitas transportasi, dan 1 aktivitas penyimpanan dengan total waktu proses sebesar 977,38 detik. Analisis Peta Tangan Kiri dan Tangan Kanan menunjukkan masih terdapat ketidakseimbangan beban kerja antara kedua tangan operator, sementara Peta Pekerja dan Mesin menunjukkan adanya waktu menganggur yang masih dapat diminimalkan. Usulan perbaikan berupa penataan ulang tata letak area kerja, pengurangan aktivitas transportasi, penyeimbangan gerakan operator, serta koordinasi kerja operator dan mesin diharapkan mampu meningkatkan efisiensi proses produksi tanpa mengurangi kualitas produk yang dihasilkan.</p> 2026-07-30T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 Journal of Integrated Industrial Engineering https://journal.itera.ac.id/index.php/JIIE/article/view/3012 OPTIMASI ARSITEKTUR ARTIFICIAL NEURAL NETWORK (ANN) MENGGUNAKAN GENETIC ALGORITHM (GA) DALAM PERAMALAN PERMINTAAN PADA UMKM ROTI MADHANI 2026-07-31T04:08:36+00:00 Radithya akbar [email protected] Dian Fajarika [email protected] Deva Adhitya Pratama [email protected] Mikhael Fernando Simanjuntak [email protected] Michael Mengihut Tua Silaban [email protected] <p>Fluktuasi permintaan produk pada UMKM ROTI MADHANI menyulitkan perencanaan produksi dan pengelolaan persediaan, sementara metode peramalan statistik konvensional kurang mampu menangkap pola permintaan yang non-linier dan kompleks. Penelitian ini bertujuan mengembangkan model prediksi permintaan <em data-start="660" data-end="676">finished goods</em> menggunakan <em data-start="689" data-end="716">Artificial Neural Network</em> (ANN) yang arsitekturnya dioptimasi dengan <em data-start="760" data-end="779">Genetic Algorithm</em> (GA), agar diperoleh konfigurasi jaringan optimal tanpa <em data-start="836" data-end="853">trial-and-error</em> manual. Data yang digunakan adalah 50 data historis bulanan (Januari 2022–Februari 2026) dengan lima variabel input, yaitu harga jual, indeks marketing, indeks hari besar, stok tersedia, dan kunjungan media sosial, serta permintaan produk sebagai variabel output. GA digunakan untuk mengoptimasi jumlah <em data-start="1157" data-end="1171">hidden layer</em>, jumlah neuron, <em data-start="1188" data-end="1203">learning rate</em>, dan <em data-start="1209" data-end="1221">batch size</em> dengan ukuran populasi 8 kromosom selama 15 generasi, sedangkan ANN dilatih menggunakan algoritma <em data-start="1320" data-end="1337">backpropagation</em> dengan <em data-start="1345" data-end="1356">optimizer</em> Adam. Hasil optimasi menghasilkan arsitektur ANN dengan 3 <em data-start="1415" data-end="1429">hidden layer</em> (56, 42, dan 26 neuron), <em data-start="1455" data-end="1470">learning rate</em> 0,01, dan <em data-start="1481" data-end="1493">batch size</em> 16. Evaluasi pada data pengujian menunjukkan model memperoleh MAE sebesar 94,4854, RMSE sebesar 102,5628, MAPE sebesar 21,10%, dan R² sebesar 98,89%. Hasil ini menunjukkan bahwa model ANN-GA mampu memprediksi permintaan <em data-start="1714" data-end="1730">finished goods</em> dengan akurasi yang baik dan dapat digunakan sebagai alat bantu pengambilan keputusan dalam perencanaan produksi dan pengendalian persediaan pada UMKM Roti Madhani.</p> 2026-07-30T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 Journal of Integrated Industrial Engineering https://journal.itera.ac.id/index.php/JIIE/article/view/3017 PENGUKURAN BEBAN KERJA MENTAL DAN KELELAHAN KERJA PADA PEGAWAI BACK OFFICE DAN FRONT OFFICE PERBANKAN DI KOTA SERANG 2026-08-26T05:22:07+00:00 Eka Lailita Eti Varina [email protected] Yolla Sukma Handayani [email protected] <p>Industri perbankan merupakan sektor jasa yang memiliki tuntutan pelayanan tinggi sehingga pegawai dituntut bekerja dengan tingkat konsentrasi, ketelitian, dan kecepatan yang tinggi. Kondisi tersebut berpotensi meningkatkan beban kerja mental dan kelelahan kerja, khususnya pada pegawai yang berinteraksi langsung dengan nasabah maupun yang memiliki target pemasaran. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat beban kerja mental dan kelelahan kerja pada pegawai <em>back office</em> dan <em>front office</em> perbankan di Kota Serang. Penelitian dilakukan penyebaran kuesioner kepada pegawai pada lima jabatan, yaitu <em>Teller, Customer Service, Relationship Manager, Sales Generalist, dan Priority Bank Officer</em>. Pengukuran beban kerja mental dilakukan menggunakan metode NASA-TLX, sedangkan tingkat kelelahan kerja dianalisis menggunakan metode IFRC. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar pegawai mengalami beban kerja mental pada kategori tinggi hingga sangat tinggi. <em>Customer Service</em> memiliki rata-rata skor NASA-TLX tertinggi sebesar 87,7, diikuti Teller sebesar 83,1 dan Priority Bank Officer sebesar 80,3, sedangkan Relationship Manager dan Sales Generalist memperoleh skor masing-masing sebesar 73,7 dan 66,8. Dimensi <em>Effort</em><em>, </em><em>Mental Demand</em><em>,</em> dan <em>Frustration</em> menjadi faktor dominan yang membentuk beban kerja mental pada seluruh jabatan. Hasil pengukuran IFRC menunjukkan seluruh jabatan berada pada kategori kelelahan kerja berat, dengan skor tertinggi pada Teller sebesar 93,91 dan Customer Service sebesar 92,80. Temuan ini menunjukkan bahwa tingginya tuntutan pekerjaan, target pelayanan, tekanan waktu, dan intensitas interaksi dengan nasabah berkontribusi terhadap meningkatnya beban kerja mental dan kelelahan kerja. Oleh karena itu, perusahaan perlu melakukan evaluasi distribusi beban kerja, pengaturan waktu istirahat, penguatan dukungan manajerial, serta program pengelolaan stres guna meningkatkan produktivitas sekaligus menjaga kesehatan dan kesejahteraan pegawai.</p> 2026-07-30T10:39:29+00:00 Copyright (c) 2026 Journal of Integrated Industrial Engineering https://journal.itera.ac.id/index.php/JIIE/article/view/3021 PENGUKURAN BEBAN KERJA MENTAL DAN STRES KERJA MENGGUNAKAN NASA-TLX DAN SMARTWATCH PADA KARYAWAN KANTOR PT XYZ 2026-07-31T04:09:59+00:00 Hafazha Ramadhana [email protected] Fatin Saffanah Didin [email protected] Frieska Ariesta Syafnijal [email protected] <p><em>Aktivitas administratif yang beragam dengan tuntutan kerja yang tinggi pada karyawan kantor PT XYZ berpotensi menimbulkan beban kerja mental stress yang dapat berdampak pada performansi kerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur tingkat beban kerja mental menggunakan National Aeronautics and Space Administration Task Load Index (NASA-TLX), mengidentifikasi tingkat stres kerja melalui indikator fisiologis yang diperoleh menggunakan smartwatch. Sebanyak 51 responden yang dipilih menggunakan teknik proportional stratified sampling dan purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner NASA-TLX dan smartwatch, kemudian dianalisis secara deskriptif serta dilakukan uji korelasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 78% responden mengalami beban kerja mental tinggi, 14% kategori agak tinggi, dan 8% kategori sangat tinggi. Tingkat stres kerja cenderung meningkat selama bekerja, namun hubungan antara beban kerja mental dan tingkat stres kerja sangat lemah serta tidak signifikan secara statistik. Tingginya beban kerja mental tidak selalu diikuti oleh peningkatan respons fisiologis berupa stress yang terukur. Penelitian selanjutnya disarankan menggunakan instrumen pengukuran fisiologis lainnya melengkapi dalam mengevaluasi kondisi kerja sehingga dapat menjadi dasar dalam penyusunan strategi perbaikan kerja yang lebih komprehensif.</em></p> Copyright (c) 2026 Journal of Integrated Industrial Engineering